Kamis, 12 Juli 2012

Sosialisasi Upaya Pencegahan Narkoba oleh Badan Narkotika Nasional DIY


Sosialisasi Oleh BNN
 
SUDUT JOGJA PUSPADANTA---YOGYAKARTA :


Badan Eksekutif Mahasiswa se- Provinsi DIY mendapat pembekalan dari Badan Narkotika Nasional DIY, dimana dipaparkan mengenai strategi dan kebijakan P4GN di lingkungan pendidikan. Selama ini keberadaan BNN sangat penting, karena BNN merupakan lembaga pemerintah nonkementerian (LPNK) Indonesia, yang berperan melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap psikotropika,prekursor, dan bahan adiktif lainnya kecuali bahan adiktif untuk tembakau dan alkohol.

Margiono perwakilan dari  Badan Narkotika Nasional DIY mengungkapkan bahwa angka pengguna narkoba yang semakin meningkat tidak hanya menjadi perhatian pemerintah, ulama , polisi, tetapi juga pelajar dan mahasiswa. Peningkatan kekuatan terhadap godaan berupa narkotika ini juga harus dilakukan oleh para pelajar.
Peredaran gelap narkoba di DIY berdasarkan data Polda DIY tahun 2010 tersangka kasus narkoba sebanyak 2638 dan tahun 2011 menurun menjadi 2093 kasus. Sedangkan kasus pelaku pemakaian narkoba di tingkat pendidikan mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, dan mahasiswa sudah sangat mengkhawatirkan.

Bahaya narkoba sendiri bagi seseorang tak hanya pada kesehatan fisik, namun juga berdampak pada kesehatan mental. Secara fisik, penggunaan narkoba secara terus-menerus dapat menimbulkan gangguan pencernaan, kerusakan pada fungsi syaraf otak, jantung, dan paru-paru, memicu timbulnya penyakit kanker, dan tertular penyakit mematikan seperti HIV/ AIDS. Narkoba juga mempengaruhi kesehatan mental penggunanya. Para pengguna narkoba ini umumnya mengalami gangguan kejiwaan, keinginan untuk bunuh diri, Halusinasi, Depresi,dan Kecanduan. Efek inilah yang tentunya akan membahayakan dan memicu tindakan kejahatan lebih lanjut seperti adanya tindakan kriminal.

Dalam paparannya ditampilkan pula jalur peredaran narkoba yang masuk wilayah hukum DIY. Badan Narkotika Nasional (BNN) sendiri meliputi 4 bidang kerja, diantaranya adalah pencegahan, pemberdayaan, rehabilitasi, dan pemberantasan. Pencegahan dan pemberdayaan dilakukan agar tahan terhadap godaan masuknya narkotika. Rehabilitasi dilakukan bagi yang sudah terlanjur menggunakan narkotika, upaya BNN sendiri adalah untuk menyadarkan agar pengguna mau direhabilitasi.  Sedangkan fungsi pemberantasan adalah dengan melaksanakan penyidikan, penindakan, dan pengejaran dalam rangka pemutusan jaringan kejahatan teroorganisasi penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika.

Narkoba sangat membahayakan kelangsungan generasi muda bangsa Indonesia, oleh karena itu upaya perlawanan pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkoba dan HIV/ AIDS di Indonesia bukan hanya tugas BNN dan kepolisian semata, namun juga seluruh komponen bangsa Indonesia.(ant/pus)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar